Forum FOREDI

Foredi adalah forum diskusi bebas. Apapun bisa didiskusikan dan di share ke seluruh dunia untuk Keharmonisan dan Kesuksesan bersama.
 
HomePortalCalendarFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 Gejala Disfungsi Ereksi

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Admin
Admin


Posts : 43
Points : 122
Join date : 2010-01-14

PostSubject: Gejala Disfungsi Ereksi   Wed Feb 03, 2010 5:34 am

Erectile Dysfunction (ED) / Disfungsi Ereksi DEFINISI


Disfungsi Ereksi (impotensi)/ Erectile Dysfunction
(ED) adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau menjaga ereksi tetap pada waktu
penetrasi.


  • Penyebabnya bisa karena gangguan yang mengurangi aliran darah atau
    kerusakan syaraf yang menuju penis, gangguan hormon, penggunaan obat-obatan
    tertentu, atau masalah psikologi.

  • Pada kebanyakan pria, gairah seks (libido) juga menurun.

  • Sebuah pemeriksaan fisik (termasuk pengukuran tekanan darah), tes darah,
    uji ereksi selama tidur, dan kadangkala ultrasonography dapat mengenali pemicu
    gangguan disfungsi ereksi.

  • Obat-obatan, diberikan melalui mulut atau disuntikkan ke dalam penis,
    dapat membantu, begitu juga alat penekan dan vakum dan terapi psikologi.


Setiap pria adakalanya tidak bisa mencapai ereksi, adalah normal. Disfungsi
ereksi terjadi ketika persoalan yang sering atau terus-menerus.

Disfungsi ereksi bisa ringan sampai parah. Seorang pria dengan disfungsi ereksi
ringan kadangkala bisa mencapai ereksi penuh, namun lebih sering mencapai ereksi
yang tidak cukup untuk penetrasi atau tidak ereksi sama sekali. Seorang pria
dengan disfungsi ereksi parah jarang bisa mencapai ereksi.

Disfungsi ereksi menjadi lebih sering terjadi seiring usia namun bukan bagian
dari proses penuaan normal. Sekitar setengah dari pria berusia 65 tahun dan tiga
perempat pria berusia 80 tahun mengalami disfungsi ereksi.

PENYEBAB


Untuk mencapai ereksi, penis membutuhkan peredaran darah
masuk yang cukup, peredaran darah keluar yang melambat.dan fungsi yang tepat
pada syaraf yang mengatur ke dan dari penis.

Gangguan yang mempersempit arteri dan mengurangi pemasukan darah (seperti
atherosclerosis, diabetes, tekanan darah tinggi, dan tingkat kolesterol darah
yang tinggi) atau operasi yang mempengaruhi pembuluh darah dapat menyebabkan
disfungsi ereksi. Juga, ketidaknormalan dalam pembuluh pada penis kadangkala
bisa kembali mengalirkan darah ke dalam tubuh dengan cepat sehingga ereksi tidak
bisa dipertahankan meskipun aliran darah tercukupi.

Kerusakan syaraf menuju atau dari penis dapat menghasilkan disfungsi ereksi.
Kerusakan serupa dapat diakibatkan dari bagian panggul atau operasi perut (umumnya
operasi prostat), terapi radiasi, penyakit tulang belakang, diabetes, multiple
sclerosis, atau gangguan seputar syaraf. <

Faktor resiko lainnya termasuk stroke, merokok, alkohol, dan obat-obatan.
Obat-obatan umumnya menyebabkan disfungsi ereksi (umumnya pada pria yang lebih
tua) termasuk antihipertensi, anti depresan. Beberapa sedatif, cimetidine,
beberapa diuretik, antipsikotik, dan obat-obatan illicit.

Adakalanya, gangguan hormon (seperti rendahnya tingkat testosterone) menyebabkan
disfungsi ereksi. Demikian juga, faktor-faktor yang mengurangi tingkat energi
seorang pria (seperti sakit, lelah, dan stress) dapat membuat kesulitan mencapai
ereksi.<

Masalah psikologi yang dapat menyebabkan disfungsi seksual dapat mempengaruhi
kemampuan untuk mencapai ereksi. Hal psikologis menyebabkan lebih sering terjadi
pada pria lebih muda. Setiap situasi stress yang baru, seperti berganti pasangan
seks atau masalah dengan hubungan atau di tempat kerja, juga bisa memberi
kontribusi.

GEJALA


Gairah seks (libido) seringkali menurun pada pria dengan
disfungsi ereksi, meskipun beberapa pria mempertahankan libido secara normal.
Tanpa memperhatikan perubahan libido, pria dengan disfungsi ereksi mempunyai
kesulitan dalam berhubungan seks yang mana disebabkan penis yang ereksi tidak
cukup keras, panjang atau bertambah untuk penetrasi atau karena ereksi tidak
dapat terbentuk. Beberapa pria berhenti mengalami ereksi ketika tidur atau
bangun. Yang lainnya bisa mencapai ereksi kuat kadangkala namun tidak bisa
mencapai atau menjaga ereksi di lain waktu.

Pada saat tingkat hormon testosteron rendah, akibatnya lebih mungkin turunnya
libido daripada disfungsi ereksi. Sebagai tambahan, tingkat testosteron yang
rendah bisa menimbulkan pengeroposan tulang, kehilangan tenaga, dan kehilangan
kepadatan otot.

DIAGNOSA


Untuk mendiagnosa penyebab disfungsi ereksi, dokter bertanya
seputar penyakit dan kondisi yang bisa berperan serta dalam disfungsi ereksi dan
obat-obatan yang digunakan. Pemeriksaan fisik umum, termasuk pemeriksaan organ
kelamin dan prostat, dilakukan. Dokter bisa mengukur fungsi syaraf yang
mensuplai kelamin. Mengukur tekanan darah pada kaki dan menghitung detak pada
kaki dan tangan bisa mengungkap masalah pada pembuluh arteri.

Contoh darah bisa diambil untuk mengukur kadar testosteron. Beberapa tes
darah dapat membantu mengenali penyakit yang mungkin menyebabkan disfungsi
ereksi sementara atau tetap, seperti diabetes atau infeksi.

Jika masalahnya pada arteri atau pembuluh dicurigai, tes khusus dapat dilakukan.
Contohnya, sebuah alat dapat digunakan di rumah untuk mengukur ereksi selama
tidur (pada waktu terjadinya normal). Jika ereksi ada selama tidur, penyebabnya
mungkin sekali psikologi, sebaliknya bila ereksi tidak ada selama tidur,
penyebabnya mungkin sekali fisik. Ultrasonography juga bisa digunakan untuk
mengukur aliran darah ke penis.

PENGOBATAN


Tahukah anda...


  • Adakalanya ketidakmampuan untuk mencapai ereksi adalah normal dan
    bukan berarti orang tersebut mengalami disfungsi ereksi.
  • Sekitar setengah dari pria yang lebih tua dari 65 tahun dan seperempat
    pria yang lebih tua dari 80 tahun bisa sering cukup ereksi untuk penetrasi.
  • Kadar Testosteron rendah cenderung mengurangi gairah seks dibandingkan
    menyebabkan disfungsi ereksi.
  • Perpaduan dari obat-obatan yang disuntikkan ke dalam penis dan alat
    untuk mendorong atau melakukan penghisapan ke penis efektif sekali dan
    mengurangi banyak efek samping dari obat-obatan yang diminum.
  • Terapi psikologi dapat menolong pada disfungsi ereksi yang penyebab
    nya fisik,


Tindakan yang dapat membantu mencegah atau mengontrol memberi
kontribusi disfungsi ereksi, seperti tekanan darah tinggi, atherosclerosis, dan
diabetes, juga bisa membantu memperbaiki disfungsi ereksi, meskipun efeknya
kemungkinan kecil. Contohnya, menurunkan berat badan, olahraga, dan berhenti
merokok bisa membantu. Beberapa pria dan pasangannya dapat memilih untuk
mengikuti semua pengobatan untuk disfungsi ereksi. Kontak fisik tanpa ereksi
bisa memuaskan kebutuhan mereka untuk keintiman dan terpenuhi.

Kadangkala, berhenti menggunakan obat tertentu dapat meningkatkan ereksi.
Beberapa obat tradisional untuk disfungsi ereksi tersedia, namun belum terbukti
khasiatnya.

Untuk pria yang memilih mengikuti pengobatan, ada banyak pilihan.

Pengobatan dengan obat : banyak obat-obatan digunakan untuk mengobati disfungsi
ereksi. Kebanyakan obat-obatan yang diberikan untuk mengobati disfungsi ereksi
meningkatkan aliran darah ke penis. Kebanyakan obat-obatan ini diberikan melalui
mulut, namun beberapa obat-obatan bisa dioleskan-dengan suntikan atau diselipkan
ke dalam penis.

Sildenafil, vardenafil dan tadalafil dikenal sebagai penghalang
phosphodiesterase. Ini adalah obat-obatan yang sering digunakan untuk mengobati
disfungsi ereksi. Efektif pada pria dengan disfungsi ereksi sekitar 60 sampai 75
%. Obat-obatan ini digunakan melalui mulut sekitar 1 hari sebelum aktifitas seks.
Tadalafil efektif untuk sekitar satu hari, lebih lama dari sildenafil. Beberapa
merek dagang bernama Viagra dan vardenafil, yang efektif untuk sekitar 4 sampai
6 jam. Obat-obatan ini efektif hanya pada waktu seorang pria bangkit hasrat
seksnya. Efek samping dari penghalang phosphodiesterase termasuk sakit kepala,
muka merah, hidung kaku, perut melilit, gangguan penglihatan.

Efek samping yang lebih serius, termasuk tekanan darah rendah yang berbahaya,
dapat terjadi ketika penghalang phosphodiesterase diberikan dengan obat-obatan
tertentu (seperti nitrogliserin atau amyl nitrit). Karena resiko ini. Pria
seharusnya tidak menggunakan penghalang phosphodiesterase jika mereka
menggunakan nitrogliserin. Jarang terjadi, pria pengguna obat-obatan ini
mengalami kebutaan, meskipun bisa saja kebutaan tidak ada hubungannya dengan
pemakaian obat. Penghalang phosphodiesterase dapat menyebabkan rasa sakit,
ereksi lama, namun sangat jarang terjadi.

Obat-obatan oral lainnya yang telah digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi
adalah phentolamine, yohimbine dan testosteron. Mereka memiuliki kegunaan yang
terbatas dan dapat menimbulkan efek samping yang signifikan.

Obat-obatan suntik atau dimasukkan ke penis memperlebar arteri dan menambah
aliran darah ke penis. Pria yang tidak bisa menggunakan obat-obatan melalui
mulut kadangkala bisa diobati dengan obat ini. Sebuah contoh adalah alprostadil,
dalam bentuk sebuah kaplet (supositoria), yang bisa dimasukkan ke dalam penis
melalui saluran kencing. Hal ini dapat menyebabkan light-headedness, rasa
terbakar pada penis, atau, adakalanya, ereksi yang menyakitkan dalam waktu lama
(priapism). Karena efek samping serius ini adakalanya terjadi, seorang
pria biasanya menggunakan dosis pertama di bawah pengawasan dokter di ruangan
dokter.

Seorang pria juga bisa memancing ereksi dengan menyuntikkan obat-obatan (seperti
alprostadil sendiri atau kombinasi dari alprostadil, papaverine, dan
phentolamine) ke dalam batang penisnya. Suntikan adalah salah satu yang paling
efektif untuk mencapai ereksi, menghasilkan ereksi 80 sampai 90% pria dengan
disfungsi ereksi. Meskipun begitu, banyak pria enggan untuk menyuntik penisnya.
Lagipula, suntikan ini kadangkala menyakitkan dan adakalanya menimbulkan
priapism
, dan suntikan berulang bisa menghasilkan luka pada jaringan.

Terapi pengganti testosteron dapat menolong pria yang menderita disfungsi ereksi
yang disebabkan tidak normalnya kadar testosteron. Berbeda dengan obat-obatan
lain, yang cara kerjanya meningkatkan aliran darah ke penis, testosteron bekerja
memperbaiki kekurangan hormon. Testosteron bisa digunakan dalam berbagai bentuk,
termasuk koyo, krim topical, dan suntikan. Efek samping bisa termasuk disfungsi
hati, jumlah sel darah merah meningkat, dan meningkatkan resiko stroke.
Pengganti testoteron sendiri jarang cukup untuk mengatasi disfungsi ereksi.
Apakah testoteron meningkatkan resiko kanker prostate belum jelas, tetapi pria
yang menggunakan testoteron seharusnya dimonitor secara seksama.

Penekanan (mengikat) dan alat vakum : disfungsi ereksi bisa seringkali
dikendalikan dengan menggunakan alat penekan dengan atau tanpa alat vakum.
Alat-alat ini memampukan seorang pria untuk menghindari efek samping yang
diakibatkan terapi obat. Alat penekan di antara pengobatan disfungsi ereksi
lainnya setidaknya tidak mahal. Alat ini (seperti pita dan cincin terbuat dari
metal, karet, atau kulit) dipasang di pangkal penis untuk memperlambat aliran
darah. Alat kesehatan ini dapat dibeli dengan resep dokter di apotik, namun
versi murah (sering disebut cock ring) bisa dibeli ditoko-toko yang
menjual perlengkapan seks.

Alat vakum (yang terdiri dari ruang berongga rapat untuk sumber isapan) dipasang
melampaui penis, membuat segel. Penghisap mekanik dipasang ke ruang penarik
darah ke dalam penis, menghasilkan ereksi. Beberapa alat vakum yang memiliki
alat penekan yang diarahkan ke ujung penis. Jika tidak, alat penekan bisa
dipakai terpisah.

Operasi : ketika disfungsi ereksi tidak bereaksi kepada pengobatan lain, sebuah
alat yang merangsang ereksi (prothesis) bisa ditanamkan lewat operasi pada
penis.

Berbagai prostheses bisa dijumpai. Salah satu tipe terdiri dari sepasang tangkai
kukuh, yang dimasukkan ke dalam masing-masing korpus cavernosa untuk membuat
zakar keras secara permanen. Jenis protese lain adalah suatu balon yang dapat
membesar yang dimasukkan ke dalam zakar. Sebelum berhubungan badan, laki-laki
menggembungkan balon dengan pompa internal yang kecil. Operasi implantation
penile protese memerlukan waktu menginap di rumah sakit sebentar dan
penyembuhannya selama 6 minggu sebelum hubungan badan.

Terapi psikologi : beberapa jenis terapi psikologi (termasuk teknik modifikasi
prilaku, seperti teknik fokus pada sensasi) dapat meningkatkan faktor mental dan
emosional yang berperan terhadap disfungsi ereksi. Terapi psikologi bahkan bisa
menolong pada waktu disfungsi ereksi mengalami penyebab fisik, karena faktor
psikologi sering menjadi masalah.

Terapi khusus dipilih berdasarkan keadaan psikologis tertentu yang menyebabkan
disfungsi ereksi pada pria. Contohnya, jika pria menderita depresi, psikoterapi
dapat menolong disfungsi ereksi. Antidepresan dapat menolong disfungsi ereksi
dengan menghilangkan depresi, tetapi antidepresan itu sendiri bisa mengurangi
gairah seks dan menyebabkan disfungsi ereksi, jadi pengaruhnya sulit diprediksi.
Terkadang psikoterapi dapat mengurangi ketertarikan berhubungan seks pada pria
penderita disfungsi ereksi karena berbagai penyebab. Perkembangannya membutuhkan
waktu yang lama, dan membutuhkan beberapa sesi. Seorang pria, dan pasangannya,
harus memiliki motivasi yang tinggi supaya psikoterapinya bekerja

Sumber: http://abe-indo.blogspot.com/
Back to top Go down
View user profile http://www.tiketpesawatkita.com/?id=angkasa
 
Gejala Disfungsi Ereksi
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Alasan Meninggalkan Gereja

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Forum FOREDI :: Postingan artikel Gratis :: Artikel Kesehatan-
Jump to: