Forum FOREDI

Foredi adalah forum diskusi bebas. Apapun bisa didiskusikan dan di share ke seluruh dunia untuk Keharmonisan dan Kesuksesan bersama.
 
HomePortalCalendarFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 Merokok, Ejakulasi Dini, dan Gangguan Ereksi

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Admin
Admin


Posts : 43
Points : 122
Join date : 2010-01-14

PostSubject: Merokok, Ejakulasi Dini, dan Gangguan Ereksi   Wed Feb 03, 2010 6:43 am

http://distributor-life.blogspot.com/

Angka gangguan kesehatan dan kematian yang disebabkan oleh merokok
termasuk tinggi jumlahnya di seluruh dunia. Di Inggris kebiasaan merokok ini merupakan salah satu pembunuh paling besar dengan tingkat 5 kali lebih besar dari kematian kumulatif yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas di jalan, kecelakaan lain yang menyebabkan kematian, overdosis dan keracunan, kematian yang disebabkan oleh kerusakan hati karena alkohol, pembunuhan baik yang terencana maupun yang tidak, bunuh diri dan kematian oleh infeksi HIV. Di negeri kerajaan ini, 1 dari 4 orang yang disurvei mengaku merokok secara aktif.
Laporan lain menunjukkan bahwa angka kejadian erectile dysfunction atau yang dikenal dengan impotensi meningkat secara tajam pada perokok yang mengisap lebih dari 10 batang sehari. Jumlah ini meningkat lebih dari 50 persen apabila kebiasaan tersebut juga disertai dengan penyakit degeneratif lain yang menjadi faktor risiko seperti diabetes, hiperkolesterol dan tekanan darah tinggi. Seorang epidemiologist dari Johns Hopkins University, Baltimore-AS dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam American
Journal of Medicine mengemukakan data estimasi bahwa 18,4 persen dari pria Amerika yang berusia di atas 20 tahun menderita disfungsi ereksi dan kondisi tersebut berkaitan erat dengan kebiasaan merokok, kurang berolahraga, dan konsumsi makanan yang buruk. Juga terdapat
pergeseran umur pada mereka yang menderita inpotensi ini dimana usia
rata-rata menjadi lebih muda. Dalam laporan ini, 5,1 persen ditemukan populasi yang berumur 20-39 tahun, sementara 14,8 persen berusia 40-59 tahun. Bandingkan dengan mereka yang menderita ejakulasi dini yang dilaporkan lebih dari 60 persen dari seluruh populasi yang diamati.
Fakta lain menunjukkan, setengah dari jumlah pria ini ternyata menderita diabetes dan hampir 90 persen mempunyai faktor-faktor risiko kardiovaskuler lainnya seperti tekanan darah tinggi, profil lemak darah
yang buruk, serta dua kali lebih berisiko pada mereka yang memiki
kebiasaan merokok.
Thomas G. Travisona dan kawan-kawan dari Department of Urology,
Columbia University, New York dan New England Research Institutes
Watertown, Massachusetts mempertegas sebuah studi bahwa penderita
impotensi dapat mengalami remisi alamiah hanya dengan memperbaiki gaya
hidup sehat khususnya menghentikan kebiasaan merokok.
Semua laporan di atas dapat disimpulkan bahwa merokok aktif secara
bermakna memiliki hubungan kausalitas dengan terjadinya impotensi dan
ejakulasi dini. Banyak sentra pendidikan yang menulis tentang kesulitan
mengikis kebiasaan merokok ini karena nikotin memiliki efek adiksi yang
bekerja hampir sama seperti heroin atau kokain.
Lalu bagaimana dengan Indonesia yang banyak sekali memproduksi
berbagai macam rokok? Setelah banyak orang yang mengetahui betapa
bahayanya merokok dan akibat merokok, produsen rokok malah semakin
berlomba-lomba memasarkan produk rokoknya, sehingga rakyat pun semakin
merasa ketagihan bahkan siswa-siswa SD dan SMP yang notabene berusia
belia sudah ketagihan dengan rokok. Bukankah ini menjadi buah
simalakama bagi negara? karena di satu pihak produksi rokok sangat
membahayakan kesehatan generasi bangsa, tapi di pihak lain produksi
rokok mendatangkan devisa negara yang tidak sedikit. Butuh kerjasama
semua pihak untuk bisa menegaskan pentingnya menghilangkan kebiasaan
merokok dan menjadikan bangsa Indonesia sehat jasmani dan rohani.***
Sumber :http://abe-indo.blogspot.com/2010/01/cara-gabung-di-abe.htmlAngka gangguan kesehatan dan kematian yang disebabkan oleh merokok termasuk tinggi jumlahnya di seluruh dunia. Di Inggris kebiasaan merokok ini merupakan salah satu pembunuh paling besar dengan tingkat 5 kali lebih besar dari kematian kumulatif yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas di jalan, kecelakaan lain yang menyebabkan kematian, overdosis dan keracunan, kematian yang disebabkan oleh kerusakan hati karena alkohol, pembunuhan baik yang terencana maupun yang tidak, bunuh diri dan kematian oleh infeksi HIV. Di negeri kerajaan ini, 1 dari 4 orang yang disurvei mengaku merokok secara aktif.

Merokok, Ejakulasi Dini dan Gangguan EreksiLaporan lain menunjukkan bahwa angka kejadian erectile dysfunction atau yang dikenal dengan impotensi meningkat secara tajam pada perokok yang mengisap lebih dari 10 batang sehari. Jumlah ini meningkat lebih dari 50 persen apabila kebiasaan tersebut juga disertai dengan penyakit degeneratif lain yang menjadi faktor risiko seperti diabetes, hiperkolesterol dan tekanan darah tinggi.

Seorang epidemiologist dari Johns Hopkins University, Baltimore-AS dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Medicine mengemukakan data estimasi bahwa 18,4 persen dari pria Amerika yang berusia di atas 20 tahun menderita disfungsi ereksi dan kondisi tersebut berkaitan erat dengan kebiasaan merokok, kurang berolahraga, dan konsumsi makanan yang buruk. Juga terdapat pergeseran umur pada mereka yang menderita inpotensi ini dimana usia rata-rata menjadi lebih muda.

Dalam laporan ini, 5,1 persen ditemukan populasi yang berumur 20-39 tahun, sementara 14,8 persen berusia 40-59 tahun. Bandingkan dengan mereka yang menderita ejakulasi dini yang dilaporkan lebih dari 60 persen dari seluruh populasi yang diamati.

Fakta lain menunjukkan, setengah dari jumlah pria ini ternyata menderita diabetes dan hampir 90 persen mempunyai faktor-faktor risiko kardiovaskuler lainnya seperti tekanan darah tinggi, profil lemak darah yang buruk, serta dua kali lebih berisiko pada mereka yang memiki kebiasaan merokok.

Thomas G. Travisona dan kawan-kawan dari Department of Urology, Columbia University, New York dan New England Research Institutes Watertown, Massachusetts mempertegas sebuah studi bahwa penderita impotensi dapat mengalami remisi alamiah hanya dengan memperbaiki gaya hidup sehat khususnya menghentikan kebiasaan merokok.

Semua laporan di atas dapat disimpulkan bahwa merokok aktif secara bermakna memiliki hubungan kausalitas dengan terjadinya impotensi dan ejakulasi dini. Banyak sentra pendidikan yang menulis tentang kesulitan mengikis kebiasaan merokok ini karena nikotin memiliki efek adiksi yang bekerja hampir sama seperti heroin atau kokain.

Lalu bagaimana dengan Indonesia yang banyak sekali memproduksi berbagai macam rokok? Setelah banyak orang yang mengetahui betapa bahayanya merokok dan akibat merokok, produsen rokok malah semakin berlomba-lomba memasarkan produk rokoknya, sehingga rakyat pun semakin merasa ketagihan bahkan siswa-siswa SD dan SMP yang notabene berusia belia sudah ketagihan dengan rokok. Bukankah ini menjadi buah simalakama bagi negara? karena di satu pihak produksi rokok sangat membahayakan kesehatan generasi bangsa, tapi di pihak lain produksi rokok mendatangkan devisa negara yang tidak sedikit. Butuh kerjasama semua pihak untuk bisa menegaskan pentingnya menghilangkan kebiasaan merokok dan menjadikan bangsa Indonesia sehat jasmani dan rohani.***
[b]
http://distributor-life.blogspot.com/
Back to top Go down
View user profile http://www.tiketpesawatkita.com/?id=angkasa
 
Merokok, Ejakulasi Dini, dan Gangguan Ereksi
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Polemik mengenai pandangan merokok dalam Buddha
» bahaya dan mudharat rokok
» Menolak Kisah Pernikahan Dini Aisyah ra, berdasarkan Shahih Bukhari dan Temuan Sejarawan
» FATWA MUI
» Innalillahi wa innalillaihi Roji'un Telah Berpulang Ke Rahmatullah, Ustadz Jeffri Al Buchari dini hari tadi dalam sebuah kecelakaan

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Forum FOREDI :: Postingan artikel Gratis :: Artikel Kesehatan-
Jump to: